upload buletin 4

iklan buletin lpm 1

Buletin Kaizen Mengundang Penulis

Pengumuman Buletin Kaizen

LPM IAIN Syekh Nurjati Gelar Workshop

Gedung Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon pada kamis pagi (13/8) tampak ramai. Ratusan dosen dan karyawan IAIN Syekh Nurjati memadati Aula Gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati. Pagi itu Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Kamis (13/8) pagi gelar workshop Peningkatan Standar Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan.

Turut hadir dalam workshop ini Dr H Sumanta MAg (Rektor), Dr Saefudin Zuhri MAg (Wakil Rektor I), Drs H Akso MPd (Kepala Biro AUAK), Dr Ilman Nafi’an MAg (Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan), Dr Aan Jaelani MAg (Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam), Dr Hajam MAg (Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah), Prof Dr H Jamali MAg (Direktur Pascasarjana), dan Drs Darsono MA (Kepala Bagian Organisasi Kepegawaian dan Hukum).

Workshop dengan tema “Membangun Hard dan Soft Skills Budaya Kerja”  menghadirkan Prof Dr KH Imam Suprayogo dan Dr Slamet MM sebagai narasumber. Para peserta pun sangat antusias dengan paparan yang dipresentasikan oleh kedua narasumber. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang membludak dan keaktifan mereka selama workshop ini berlangsung.

Ketua LPM Dr Septi Gumiandari MAg mengakui akan antusiasme peserta dalam workshop yang digelar oleh lembaganya. Prof Imam dikenal membawa perguruan tinggi yang ia pimpin menjadi world class university. Sedang Dr Slamet sering menjadi konsultan di berbagai institusi pemerintah maupun swasta di Indonesia. “Selain sangat komunikatif, kedua narasumber kaya akan pengalaman dalam pengembangan perguruan tinggi,” pungkasnya. Pradi KS

Prof Imam Suprayogo Dorong IAIN Cirebon Jadi UIN

Prof Imam Suprayogo

“IAIN Syekh Nurjati Cirebon mesti jadi UIN,” ajak mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Imam Suprayogo di hadapan para pejabat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon di ruang senat gedung rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, pada kamis (13/8) siang.

Lebih lanjut pria kelahiran Trenggalek, 2 Januari 1951, ini  mengatakan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon sangat diuntungkan untuk menjadi UIN. Secara historis, Cirebon kaya akan sejarah ulama-ulama dan raja-raja Islam berbeda dengan Malang. Kekompakan yang dimiliki IAIN juga menjadi modal utama untuk menuju UIN. “Saya appreciate dengan kekompakan di sini. Ini pertanda baik dan jangan disia-siakan,” tutur Guru Besar Fakultas Tarbiyah UIN Malang.

Sebagai langkah awal, mengisukan IAIN Cirebon bakal menjadi UIN dalam waktu dekat sebuah kemestian. Baik lewat program-program dan menjalin kerjasama dengan media-media yang ada. Sejatinya tidak sedikit IAIN yang tidak sebagus IAIN Cirebon kini menjadi UIN. “Harus diisukan dan tidak perlu ragu,” pesan ayah empat anak itu.

Peraih rekor MURI tahun 2006 sebagai pemimpin pendidikan yang sangat cemerlang menyarankan agar IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjalin kerjasama dengan Timur Tengah. Berdasarkan pengalamannya memimpin UIN Malang selama 16 tahun, membangun kerjasama dengan Timur Tengah sangat menguntungkan untuk pengembangan lembaga. Namun untuk membuat jaringan ke Timur Tengah perlu strategi. “Kerjasama itu bisa ke Barat dan Timur. Saya lebih memilih Timur Tengah,” pungkasnya. Pradi KS

Rektor IAIN Buka Workshop Peningkatan Standar Mutu

Kamis (13/8) pagi Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Dr H Sumanta MAg membuka Workshop Peningkatan Standar Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Aula Gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Workshop dengan tema “Membangun Hard dan Soft Skills Budaya Kerja” dibanjiri peserta. Lebih dari 230 dosen dan karyawan ikut serta dalam kegiatan ini.

Workshop yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yakni, Prof Dr KH Imam Suprayogo dan Prof Slamet PhD.

Menurut Rektor IAIN Syekh Nurjati, menghadirkan Imam Suprayogo sebagai narasumber workshop sangat tepat. Karena ia menjadi inspirator di berbagai perguruan tinggi di Indonesia bahkan tingkat internasional. Buktinya, perguruan tinggi yang ia pimpin menjadi universitas bertaraf internasional dimana mahasiswanya datang dari berbagai negara di dunia. “Beliau adalah inspirator,” tuturnya.

Lebih lanjut ia berharap kehadiran Imam Suprayogo dapat memberikan berkah bagi IAIN Syekh Nurjati. “Semoga kehadiran beliau menjadi berkah, ziyadatul khair, bagi kampus kita ini,” harap doktor lulusan Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini. Pradi Khusufi Syamsu

Kegiatan Tanggal 13 – 14

contong posting

Lembaga Penjamin Mutu

Lembaga Penjamin Mutu IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) merupakan bagian penting dari gerakan peningkatan dan penjaminan mutu perguruan tinggi secara keseluruhan dalam lingkup IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) adalah unsur pelaksana dalam bidang pengembangan standar mutu, audit, dan pengendalian mutu akademik pada tingkat institusi. Dengan visi, misi, dan lingkup kerjanya, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mempunyai tugas mengkoordinasikan, mengendalikan, mengaudit, memantau, menilai dan mengembangkan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik.

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) secara organisatoris dinakodai oleh seorang ketua, sekretaris, dua orang kepala pusat, dan seorang kepala sub bagian tata usaha. LPM dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi:

  1. Pelaksanaan penyusunan rencana, evaluasi program dan anggaran serta pelaporan;
  2. Pelaksanaan pengembangan mutu akademik;
  3. Pelaksanaan audit, pemantauan, dan penilaian mutu akademik; dan
  4. Pelaksanaan administrasi LPM.

Dasar Hukum

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 63 tahun 2009 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan
  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
  3. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 menyebutkan  bahwa pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi, akuntabilitas, jaminan mutu dan evaluasi yang transparan.
  4. Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem  Pendidikan Nasional
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional;
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan;
  7. PP.No. 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 91 menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan.

Recent Comments

    June 2016
    M T W T F S S
    « Nov    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

    Tags